Pages

Friday, November 21, 2014

DAHANA Gelar Halaqoh Bela Negara untuk Kalangan Santri



Salah satu perusahaan plat merah penghasil bahan peledak PT DAHANA (Persero) bekerjasama dengan Yayasan Rumah Tadarusan menggelar Saresehan/Halaqoh Ketahanan Nasional dan Bela Negara untuk kalangan Pimpinan dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) pada 20 Nopember 2014. Pimpinan dan santri berasal dari beberapa kota seperti Karawang, Purwakarta, Subang, Majalengka, Sumedang, Indramayu dan Cirebon.


Dengan berpakaian muslim, peci dan sarungan khas anak pesantren, ratusan  santri dan Pimpinan Ponpes itu berbondong-bondong mendatangi Kantor Manajemen Pusat (Kampus) Dahana yang berlokasi di Cibogo, Subang. Mereka terlihat antusias mengikuti acara halaqoh yang dihelat di ruang Auditorium PT DAHANA (Persero).

Direktur Utama PT DAHANA (Persero) F Harry Sampurno didaulat sebagai Keynote Speaker pada acara Halaqoh ini. “Kita harus bersyukur masih berkesempatan hidup di negeri Indonesia, dengan segala kekayaan alamnya. Rasa syukur itu kita buktikan dengan bekerja dan berkarya dengan semangat nasionalisme dalam membangun Indonesia,” ujar Harry dihadapan peserta Halaqoh.

Acara halaqoh ini di hadiri oleh Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertahanan RI yaitu Direktur Bela Negara Muhammad Faisal serta Tenaga Profesional Poldagri Lemhanas RI, Radjab Semendawai dan salah satu Pengurus Besar NU, Kadar Solihat yang menjabat Kandepag Purwakarta.

Faisal dalam paparannya mengajak para santri untuk kembali menjadi agen perubahan dan memupuk semangat membela tanah air sebagaimana ulama-ulama terdahulu yang memegang erat prinsip bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman. 

“Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar, membela dan mempertahankan NKRI adalah tugas kita semua, seluruh warga Indonesia. Kyai, pimpinan dan santri pondok pesantren sebagai agen perubahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di lingkungan pondok pesantren dan masyarakat,” papar Direktur Bela Negara.

Menurutnya ada tiga hal yang harus dibela dari negara ini yaitu, kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Dengan menggambarkan beberapa contoh negara-negara yang dulunya besar dan kuat namun kini menjadi pecah menjadi beberapa negara bagian.

“Negara itu layaknya mahluk hidup, dia berawal dari tidak ada lalu berkembang dan bisa juga mati. Negara Indonesia tidak boleh mati, dengan tujuh belas ribu pulaunya perlu kita pertahankan dalam satu kedaulatan Indonesia. Jangan sampai ada pulau yang hilang dan lepas lagi," terang Faisal.
Tenaga Profesional Poldagri Lemhanas RI, Radjab Semendawai dalam paparannya memperlihatkan hasil kajian dan penelitian tentang perkembangan ketahanan nasional. mulai sejak tahun 2010 sampai 2013 indeks ketahanan setiap provinsi  belum ada yang masuk kategori tangguh dan sangat tangguh. Rata-rata masih dikategori kurang tangguh dan cukup tangguh.

“Indek ketahanan setiap provinsi hanya masuk di dua kategori kurang tangguh dan cukup tangguh. Namun perlu kita syukuri setidaknya indek semakin berkembang, tahun 2012 hanya 27 provinsi yang masuk kategori cukup tangguh dan 6 provinsi masih kurung tangguh. Di tahun 2013 posisi kurang tangguh berkurang menjadi 4 dan cukup tangguh meningkat menjadi 29 Provinsi," jelas Radjab.

Ketua Yayasan Rumah Tadarusan, Endin Saufihara selaku penyelenggara Halaqoh Ketahanan Nasional dan Bela Negara untuk kalangan Pimpinan dan Santri Pondok Pesantren, memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama dengan PT DAHANA (Persero) dalam rangka memupuk rasa nasionalisme kepada masyarkat sekitar khususnya di sekitar Dahana, dimana para santri merupakan generasi yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat yang akan ikut serta mensosialisasikan dan mengimplemtasikan ketahanan dan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap harinya kyai dan santri selalu mengimplemasikan bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Konsep cinta tanah air sudah menjadi keseharian karena itu merupakan kaul ulama yang selalu di peganganya, karena mencintai tanah air sebagian dari iman," kata Endin. (Sya)

No comments:

Post a Comment

 

PT DAHANA

Jakarta Office:
Menara MTH, Lt.17
Jl. MT. Haryono Kav.23
Jakarta 12820
Indonesia
Telephone +62 21 837 823 17
Facsimile +62 21 837 823 27

PT. DAHANA

Head Office:
Energetic Material Center
Jl. Raya Subang - Cikamurang Km. 12 Cibogo
Subang 41285, Jawa Barat
Indonesia
Telephone+62 260 742 3333
Facsimile+62 260 742 3888