Pages

Monday, November 24, 2014

Apa Aset Yang Paling Berharga?



_Aset Dalam Diri Anda, yakni Talenta_

Oleh:  Riza Rahman, Manajer Pelaporan Keuangan

           
ADA cerita seorang pemuda bernama Dono, seorang anak muda yang suka mabuk-mabukkan dan paling pemalas diantara teman sebayanya.  Jika teman sebayanya pergi ke hutan untuk berburu binatang, Dono hanya minum sampai mabuk. Dan menghabiskan waktu untuk ngobrol dari satu rumah ke rumah berikutnya.
            Suatu hari, Dono melihat seorang panglima Dayak sedang berjalan dan berlatih ilmu meringankan tubuh diatas sungai besar tanpa tenggelam. Panglima ini berlari kencang, melompat tinggi, salto, dan melakukan beberapa gerakan beladiri di atas sungai yang mengalir dengan deras. Sesaat setelah itu panglima ini duduk bersila, bersemedi, dan mengosongkan pikiran tanpa hanyut dan tenggelam oleh air sungai. Dono yang melihat semua kesaktian itu dari pinggir sungai merasa heran bercampur kagum. Muncul pertanyaan dalam hati Dono, ternyata seorang manusia bisa memiliki kesaktian sedahsyat itu.
            Melihat semua kesaktian itu akhirnya Dono coba menyapa panglima ini dari pinggir sungai. Dengan sedikit gugup diselimuti rasa takut Dono mencoba bertanya apa rahasianya sehingga panglima Dayak tersebut bisa sesakti itu. Sang panglima sesaat tidak menggubris pertanyaan Dono. Dono bertanya lagi. Akhirnya sang panglima menjawab dengan suara pelan tapi menusuk telinga, dia berkata, “Rahasianya adalah berlatih mengembangkan talenta terus-menerus.”
            Dono melongo mendengar jawaban itu. Yang ada dipikiran Dono adalah kekaguman luar biasa pada kesaktian sang panglima dan berfikir itu karena titisan alam dan anugrah dari sono-nya. Tidak terpikirkan olehnya kalau ternyata panglima sakti itu telah berlatih sekian lama untuk mengembangkan kesaktiannya.
            Karena merasa jawaban si sakti itu tidak memuaskan, Dono bertanya dan bertanya lagi. Akhirnya panglima Dayak sakti itu menuturkan proses latihan dirinya hingga mencapai titik ilmu yang sangat tinggi. Dia bilang, perlu latihan yang konsisten, tidak mudah menyerah, jangan malas. Jika gagal coba lagi sekali. Itulah rahasia mencapai tingkat kesaktian yang tidak dipunyai orang lain.
            Mendengar cerita itu Dono merasa ada inspirasi baru dan menjadi teguran maha dahsyat bagi dirinya. Selama ini dia hanya malas-malasan, suka bertindak semaunya, dan tidak memikirkan apa talenta dalam dirinya. Akhirnya setelah kejadian itu, Dono memutuskan untuk merubah semua kebiasaan buruknya.
            Cerita ini seakan hendak menyindir kita semua. Bagaimana tidak, terlalu sering kita menghabiskan waktu dan energi untuk hal-hal yang tidak produktif dan membiarkan diri kita tenggelam dalam kebodohan sesaat. Mulai dari sekedar tidur berlama-lama, melamun tanpa manfaat, nonton gosip, dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi, hingga berjalan-jalan tanpa tujuan yang pasti. Sebagian orang barangkali menyadari kesia-siaan tersebut, namun tampaknya sebagian besar sama sekali tidak menyadarinya. Istilah kerennya spent of your time. Demikian orang eropa berucap. Anda setuju atau tidak tetapi kenyataan berbicara demikian. Masyarakat di negara berkembang terlalu bergerak lambat dan banyak memboroskan waktu. Mereka tidak merasa bahwa waktu terbuang begitu saja.
            Aset paling berharga demi meraih kesuksesan hidup adalah diri anda. Tuhan telah menganugerahkan diri kita talenta dan bekal untuk hidup. Selama kita masih hidup, kita selalu punya peluang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Saya rasa, Tuhan sangat adil karena semua manusia diberikan tenaga dan pikiran. Fisik manusia bolehlah cacat, tetapi pikiran mereka sangatlah brilian.  Aset itulah yang seharusnya dimaksimalkan.
            Masalah gagal dan sukses hanyalah proses yang harus dilewati. Anda mungkin tidak akan merasakan sukses saat ini, jika anda cukup sabar dan mau melakukannya sekali lagi. Percayalah waktunya akan datang. Tidak ada kerja keras yang sia-sia, tidak ada pengorbanan tanpa hasil. Ketika anda berbuat sesuatu, menabur di ladang yang subur, anda akan menuai nanti.
            Orang lain mungkin mencemooh anda dan bolehlah mereka menafikan pekerjaan anda, tetapi selama itu baik dan anda yakin berhasil, lakukan terus jangan mudah menyerah. Lihatlah visi jangka panjang yang akan anda capai. Sebuah pekerjaan memang membutuhkan sedikit kesabaran dan kucuran keringat, namun hasilnya sangat luar biasa. Tuhan memberikan kita aset berharga dalam diri masing-masing orang, kenapa kita membiarkan itu mati dan terkubur jauh di dalam tanah. Mengapa tidak berani menggalinya. Hanya kebodohan pikiran manusia yang menyebabkan mereka tidak merasa berharga.

No comments:

Post a Comment

 

PT DAHANA

Jakarta Office:
Menara MTH, Lt.17
Jl. MT. Haryono Kav.23
Jakarta 12820
Indonesia
Telephone +62 21 837 823 17
Facsimile +62 21 837 823 27

PT. DAHANA

Head Office:
Energetic Material Center
Jl. Raya Subang - Cikamurang Km. 12 Cibogo
Subang 41285, Jawa Barat
Indonesia
Telephone+62 260 742 3333
Facsimile+62 260 742 3888