Pages

Tuesday, December 2, 2014

Di Balik Semboyan “Siap, Salah logistik”



Oleh: Ahmad Fachrudin, Manager Persediaan dan Gudang
“ Beritahu saya dan saya akan lupa, tunjukkan kepada saya dan saya mungkin akan ingat; libatkan saya maka saya akan mengerti”.

Ada peristiwa di peringatan HUT PT DAHANA ke-48 yang baru saja berlalu, tepatnya 22 Oktober pada saat Lomba Yel-yel.  Waktu itu, Bagian Logistik mengucapkan semboyan siap salah. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa logistik selalu mengedepankan semboyan siap salah apabila ada masalah. Atau mungkin sudah dianggap biasa karena kami yang di logistik selalu buat salah yang bikin Divisi susahJ. Menurut saya pribadi semboyan siap salah mengandung tiga arti, yaitu :

1.      Logistik bekerja sehingga selalu ada kemungkinan kami sebagai manusia biasa berbuat salah namun kami berusaha keras agar itu jangan jadi kebiasaan.  Sebagai bagian dari primary activity mendukung tercapainya tujuan perusahaan dalam hal ini penjualan, kami menempatkan diri sebagai pelayan para stakeholder dalam hal ini divisi, angkutan/forwarder, kepolisian setempat dan lain-lain. Namun perlu diingat bahwa kepuasan pelanggan bukanlah segalanya menurut marketing 3.0. Konsumen/stakeholder bukanlah lagi raja, namun sebagai partner yang terhubung secara emosi dan menciptakan value bagi kedua belah pihak sehingga dapat maju bersama.

2.      Defect/error is treasure (kesalahan/produk gagal itu merupakan harta karun). Konsep ini dipakai oleh Total Quality Management bahwa kesalahan itu merupakan kesempatan untuk mencari akar masalah supaya dapat diperbaiki ke depannya. Namun supaya harta karun itu ditemukan untuk memperkaya pengalaman dan perbaikan proses diperlukan elemen-elemen sebagai berikut : top-down commitment (management integrity) dan bottom up ideas (tingkah laku karyawan yang kooperatif) dan keharusan komunikasi dua arah. Apabila kesalahan itu dipendam dan tidak dikomunikasikan antara atasan dengan bawahan, antara divisi dengan korporasi, antara manajemen dengan karyawan untuk dicari perbaikannya maka kita tak akan pernah menemukan harta karun tersebut dan kesalahan berpotensi terulang kembali yang bisa berakibat buruk bagi organisasi. Kata kuncinya adalah pemberdayaan karyawan, hal ini sejalan dengan pepatah China yang berbunyi : “ Beritahu saya dan saya akan lupa, tunjukkan kepada saya dan saya mungkin akan ingat; libatkan saya maka saya akan mengerti”.

3.      Kaizen atau continuous improvement menurut Wikipedia bersifat perbaikan kecil yang berlangsung oleh upaya berkesinambungan. Meski hal ini secara teori diperkenalkan oleh bangsa Jepang dalam hal ini Toyota yang menjadi kiblat dari Operating Efficiency, ternyata aplikasinya sejalan dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang intinya menekankan  bahwa apabila hari ini sama dengan hari kemarin maka ia sungguh merugi dan apabila hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia baru disebut beruntung. Untuk itu kita dituntut untuk terus memperbaiki diri baik dalam bekerja maupun hal lainnya supaya tidak menjadi orang merugi.
Kami mengapresiasi hasil blusukan DirTekBang dan Dirut ke gudang-gudang Subang beberapa bulan yang lalu. Kebetulan Ditemukan bahwa proses bongkar muat Dayagel  meski sudah menggunakan forklift namun penyusunannya ternyata masih manual. Beliau menyarankan agar penyusunan per palet Dayagel magnum 1 ton.  Apa yang kami anggap sudah biasa dan kami anggap merupakan cara yang terbaik ternyata masih ada potensi perbaikan. Walhasil proses bongkar muat saat ini lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak tenaga sehingga menciptakan value baik konsumen, pelaksana angkutan bahkan karyawan gudang sendiri.
Sebagai penutup, saya secara pribadi bersyukur ditempatkan di gudang, bukan karena tempatnya “basah” karena kami tidak menerima tip (apabila ada yang menerima, mohon dilaporkan ke SM Sislog kami yang baru yaitu Pak Doddy) namun karena saya bisa mengembangkan diri saya bersama teman-teman. Di benak saya sebelum di gudang terpatri persepsi orang Subang seperti apa. Namun seiring berjalannya waktu, dengan niat baik dan respect to the people, kami bisa tumbuh bersama melayani PT DAHANA (Persero).

No comments:

Post a Comment

 

PT DAHANA

Jakarta Office:
Menara MTH, Lt.17
Jl. MT. Haryono Kav.23
Jakarta 12820
Indonesia
Telephone +62 21 837 823 17
Facsimile +62 21 837 823 27

PT. DAHANA

Head Office:
Energetic Material Center
Jl. Raya Subang - Cikamurang Km. 12 Cibogo
Subang 41285, Jawa Barat
Indonesia
Telephone+62 260 742 3333
Facsimile+62 260 742 3888