Pages

Thursday, May 31, 2012

Mengganti Solar dengan Biodiesel


File Liputan
 FORUM KIMIA DAHANA:

Dahana merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang  pengadaan dan jasa bahan peledak.  Berbagai upaya dan pengembangan terus dilakukan termasuk inovasi-inovasi produksi yang dihasilkan perusahaan.  Untuk membangun inovasi tersebut, tidaklah langsung berdiri begitu saja, namun ada beberapa tahapan yang harus dilalui.


Membangun inovasi kadang muncul dari sebuah forum atau diskusi.  Salah satu acara yang kini akan terus  dilakukan adalah  temu bareng kimiawan/kimiawati Dahana lintas generasi. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun citra pada keahliannya di bidang bahan peledak dan untuk mewujudkan PT Dahana sebagai pusat studi bahan peledak (Indonesian Explosives Centre). Acara  ini bertujuan untuk berbagi ilmu guna membangun semangat dan cita-cita PT Dahana di bidang bahan peledak.

Forum ini awalnya dimotori Waspada Kurniadi sebagai Staf Ahli Pengembangan Teknologi & Sistem beserta  Erwin Cipta dari satuan kerja K3LH & Teknologi.  Rencananya forum ini akan dilakukan dua mingguan atau bulanan dan sangat terbuka untuk berbagai bidang keilmuan lainnya (di luar Kimia-red).  “Lebih baik dimulai dulu, dibanding tidak melakukan apa-apa akan lebih buruk. Mudah-mudahan peserta yang ikut forum ini menjadi termotivasi dalam bekerja dengan dapat menuangkan ide serta gagasannya di luar rutinitas pekerjaan setiap hari  yang sudah biasa dilakukan ”, tegas Erwin.

Forum ini pun sudah mulai berjalan di dua lokasi Subang dan Tasikmalaya. Untuk di Tasikmalaya sendiri mulai dilakukan 20 April lalu dengan materi studi pendahuluan proses Nitric Acid Concentrate/Sulphuric Acid Concentrate (NAC/SAC) sebagai penunjang Pabrik Pentolite Booster dan military explosives yang akan dibangun di area EMC, Subang.

Sementara itu acara yang di gelar perdana di kantor PSB Subang 19 April lalu mengusung topik “Substitusi Solar dengan Biodiesel Sebagai Bahan Bakar & Bahan Baku Operasional Produksi”. Pemateri yang dihadirkan adalah  M. Surya Nugraha, Kimiawan yang sekarang bernaung di Unit Kerja Produksi OSP - Subang.  Acara tukar pikiran dan ide tersebut juga mengundang para Kimiawan/Kimiawati lintas generasi untuk saling membahas dan berbagi ilmu tentang dunia bahan peledak dan pendukungnya.

Jika melihat topik yang diangkat, maka pikiran kita akan tertuju pada suatu perusahaan yang mengusung  ramah ingkungan atau biasa disebut dengan go green.

Sharing perdana ini semakin menarik ketika diskusi membahas biodiesel yang bisa menggantikan solar.  Secara kimia, Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.

Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas.  Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.

Pada implementasinya, proses produksi di PT Dahana masih menggunakan Solar sebagai bahan baku campuran pada Cartridge Emulsion. Terinspirasi dari kebutuhan solar tersebut serta cadangan minyak dunia sendiri yang semakin menipis, maka munculah ide untuk mempresentasikan kajian ilmiah tersebut.

Sebenarnya ide tersebut sudah lama ingin dikembangkan. Dengan hadirnya forum ini, ide tersebut dapat tertuang. Dalam bahasannya, dengan antusias Surya, sang pembicara menjelaskan tentang proses detail Substitusi Solar ke Biodiesel. Menurutnya, cadangan minyak Indonesia pada tahun 2006 saja sudah mencapai 4,3 miliar barel (0,36% dari cadangan minyak dunia), sementara pada tahun 2011 jumlah cadangan minyak Indonesia hanya tertinggal 3,9 miliar barel.

Berdasarkan data tersebut cadangan minyak akan habis dalam waktu 12 tahun. Sementara solar yang dibutuhkan untuk proses produksi cukup banyak. Pada proses pembuatan DABEX di On Site Plant/ OSP saja kebutuhan solar Dahana sekitar 2500 liter per shift-nya. “Dengan pemakaian tersebut, akan sangat bijaksana apabila dapat menghemat pemakaian solar jika solar tersebut dapat disubstitusi (diganti-red)dengan biodiesel,” tegas Surya. “ Apalagi Unit Kerja OSP tidak hanya di Tasikmalaya dan Subang, nantinya bisa juga diterapkan  di Unit OSP yang berada di Kalimantan ataupun dimana saja yang memakai solar, akan sangat baik sekali jika kita bisa mengganti solar tersebut dengan biodiesel maka akan menghemat jutaan rupiah”, tambahnya.

Salah satu contoh adalah  tanaman jarak, yang mempunyai  potensi besar utuk dijadikan biodiesel.  Tanaman jarak banyak ditanam di area Energetic Material Centre/EMC Dahana Subang. “Minyak jarak sendiri sudah menunjukkan kelasnya sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak di masa mendatang. Dengan harapan kita bisa memanfaatkan tanaman Jarak Pagar tersebut, akan sangat bagus dalam ke depannya, karena selain lebih ekonomis, kita juga turut andil dalam mengurangi pemakaian Minyak di Indonesia”, Surya menjelaskan.

Minyak jarak sendiri adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus Rommunis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli. Minyak ini serbaguna dan memiliki karakter yang khas secara fisik.

Ide Surya dan timnya tidak berjalan sendiri, mereka di dorong  Pudji Suprapto, Kepala EMC. Untuk itu Surya dan timnya berencana melakukan riset atau penelitian lebih lanjut tentang Substitusi Solar dengan minyak jarak mengingat kegunaannya yang begitu besar.  Dorongan dan antusiasme juga datang dari peserta yang hadir dalam sharing tersebut. Mereka sangat mendukung untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

No comments:

Post a Comment

 

PT DAHANA

Jakarta Office:
Menara MTH, Lt.17
Jl. MT. Haryono Kav.23
Jakarta 12820
Indonesia
Telephone +62 21 837 823 17
Facsimile +62 21 837 823 27

PT. DAHANA

Head Office:
Energetic Material Center
Jl. Raya Subang - Cikamurang Km. 12 Cibogo
Subang 41285, Jawa Barat
Indonesia
Telephone+62 260 742 3333
Facsimile+62 260 742 3888